Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Monday, 10 October 2016

TERUNTUK DESA PARUNGI

Berawal dari keinginan menyelesaikan salah satu kewajiban di perkuliahan yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata), merupakan hal yang memang harus dilalui oleh mahasiswa semester atas. Namun siapa sangka, KKN yang aku pikir hanya untuk menjalankan tugas ini, ternyata memiliki sejuta kenangan dan pelajaran berharga dalam hidupku. Sejuta kenangan dan pelajaran dari Desa Parungi.

Hal sentimental yang aku rasakan di KKN MU III 2016 ini mungkin karena lokasi KKN-nya berada di tempat yang benar-benar sama sekali belum aku ketahui, apalagi ini untuk pertama kalinya bagiku menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi. Bertemu dengan hal-hal baru, bersosialisasi dengan warga lokal, bahasa, budaya, serta kulinernya yang beberapa kurang cocok di lidahku. Pada awalnya tentu saja sulit untuk menyesuaikan diri, tapi percaya atau tidak, orang-orang disini khususnya warga Desa Parungi benar-benar ramah kepada kami. Mereka mau merangkul kami dan membuat kami merasa nyaman di Desa Parungi. Dengan begitu program-program kami dapat berjalan dengan lancar karena bantuan dari Karang Taruna dan warga desa Parungi. Desa Parungi memberikanku banyak pelajaran, untuk belajar saling menghargai perbedaan. Karena perbedaan inilah ternyata yang membuat kami memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi, terutama dengan teman-teman satu unitku, teman hidup bersama selama satu bulan, kelompok 38.
Tidak ada sama sekali rasa menyesal dalam diriku karena telah mengikuti KKN MU III 2016 di Gorontalo ini. Yang ada hanyalah perasaan bahagia dan sedih. Bahagia karena dipertemukannya aku dengan teman-teman satu unit kelompok 38 yang mengajarkanku arti kebersamaan dan perbedaan, serta bisa bertemu dengan warga Desa Parungi yang luar biasa ramah memperkenalkan budaya, bahasa, kuliner, dan wisatanya kepada kami. Sedih karena semua ini harus berakhir. Sedih karena harus meninggalkan Gorontalo dan berpisah dengan mereka semua.

Aku masih ragu, apakah ini karena aku yang belum bisa move on, atau memang ini karena aku yang tidak bisa move on dari keadaan ini. Aku rindu makan bersama dengan kalian, aku rindu keramaian yang kita buat bersama, aku rindu makan lalampa buatan Oma di pagi hari, aku rindu tidur larut malam, aku rindu jalan-jalan dengan kalian, aku rindu menjalankan proker dengan kalian, aku rindu suasana ramah desa Parungi.

Maryam, Tessy, Tia, Zahra, Arman, Safiq, Yopina, Oma, Opa, Pak Emus, Bu Tati, Uci, Irgi, Ayi, Uji, dan Ayahanda Rensi serta semua warga Desa Parungi yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu, aku rindu kalian keluargaku, Desa Parungi dan kelompok 38.

Semoga kesuksesan KKN MU III 2016 di Gorontalo ini menginspirasi banyak Universitas Muhammadiyah lain untuk berpartisipasi dan berinovasi lebih, sehingga hubungan antar Universitas dapat terjaga dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan keberagamannya.

“Perasaan ini tak akan pernah hilang ditelan waktu, perasaan ini bahkan bertambah kuat dengan sejuta rindu.”

- Teruntuk Desa Parungi


RIGHA PRADANA
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA
continue reading TERUNTUK DESA PARUNGI

Friday, 15 April 2016

Pelatihan Kelas Asi bersama POJOK ASI FKM UAD 2016



BOOM!!!! w/ @abdulfarhan02

Bagi kalian yg gak tau apa itu ASI?? Kalian kebangetan! Gak gaul! Gak oke! Gak cakep! Ga sehat pastinya! 

ASI tuh penting men! Banyak manfaatnya! Untuk daya tahan tubuh! Untuk kesehatan bayi! Untuk kesejahteraan masa depan!

ASI itu SUCI men! ASI itu ALAMI! ASI itu.... CAN MAKE YOUR LIFE BETTER !!! So, mulai dri sekarang, cari ASI !! (Maksudnya cari tau semua manfaat ASI) hehe

Pelatihan ASI 27 Maret & 3 April 2016 bersama @pojokasi_fkmuad
#pojokasifkmuad
#kelasasi




Video ini kami dedikasikan untuk IBU kami tercinta yg telah merawat kami dan memberikan kami ASI selama 0-6 bulan, sehingga kami bisa secerdas sekarang, dan bisa membuat video ini!
Love you moms!! 

#thanksmom #thanksdad #thanksforINDOMIE #seleraku #ASI #canmakeyourlifebetter #kurangASI #mauASI #senengASI #kangenASI #maulagi #thanksgod #ASIasik #PelatihanASI #AirSusuIbu
continue reading Pelatihan Kelas Asi bersama POJOK ASI FKM UAD 2016

Tuesday, 12 January 2016

True Story #1

There so much weirdy and freaky people in this university.
One of them, there is a man who always sad for his exam result every single terms. But he never heard every single word that his friends said to him.
And now, every single term test, he always feel bad and sad for his term test result.
Again and again, he always fall in to the same hole and bad situation till now.

It isn't about what his friends said. But it's all about how he think straight, do the best thing that is 'the right thing to do' and listen carefully what friends said, it's for your reminder, that what's you did is still wrong, then you know that you need to do the other 'right thing'.
Dont be insist that whats you do now is the best thing, NO! There are thousands 'best things' that's better from your 'best thing' to do.

Okay, thats a little true story about someone, and now I wonder how the story in people's head about me?? 😂

(To be continue..)

continue reading True Story #1

Wednesday, 17 June 2015

Sendal Telapak Bumi


Aku coba jujur aja ya. Aku sadar diri. Aku ga se suci yang kalian pikir, sesekali aku juga bisa berkata kotor saat emosi. Contohnya tadi setelah kejadian dimana sendalku satu-satunya hilang ditelan bumi ntah kemana saat sholat tawareh pertama kali di mesjid dekat kost. Sendalku hilang lagi?????

Jadi ceritanya tadi agak buru-buru mau pergi sholat Isya’ ke mesjid. Gimana nggak, kamar mandi di kost lagi ada yang pake, mana lama pula di dalam tuh, gak tau ngapain aja selain mandi dan cuci-mencuci. Masa’ perlu di tegur pake ‘ehm-ehm’ sampe-sampe tenggorokan ku sakit. Trus sampe aku nyanyiin lagunya Raisa nyaring-nyaring “Apalah arti aku menunggu------“. Barulah akhirnya tu anak keluar dari kamar mandi, barulah aku bisa mandi.

Selesai mandi aku langsung cepat-cepat beres-beres pake baju rapih-rapih ganteng-ganteng mau ke mesjid, sampe akhirnya pas udah sampe pintu mesjid, pas mau lepas sendal, eh lupa kalo pake sendal yang bagus, ntar malah hilang kalo dipake buat tawareh. Tapi dipikir lagi, masa aku ke kost lagi, balik lagi pake motor, sedangkan itu keadaannya udah selesai adzan, yang ada malah ketinggalan sholat nanti. Akhirnya aku putuskan untuk biarin aja pake sendal yang ini, yang bagus ni, moga-moga aja gak hilang. Malah aku taroh di depan pintu coba, ya biar bisa diliat-liat kalo misal terancam dicolong. Kalo boleh masuk ke dalam mesjid, udah aku masukin ke dalam dah tu sendal, aku simpen di belakang pintu mesjid biar VIP ekslusif aman ga ada yang bisa colong.

Mungkin salah ya aku pas sela-sela antara sholat Isya sama tawareh tuh ga noleh-noleh gitu nah ke arah sendalku. Habis terlalu khayal dengerin penceramahnya cerita, ya padahal isi ceramahnya belom yang berisi ilmu-ilmu kaya biasa isi ceramah/khutbah, masih yang ngejelasin keadaan mesjid sama ngumumin kegiatan-kegiatan di mesjid Bani Ismail selama bulan Ramadhan ini, trus ngucapin selamat memasuki bulan puasa, udah gitu aja. Eh tapi ternyata, pas selesai tawareh, aku liat di depan mesjid, tempat sendal-sendal berserakan, aku cari sendalku di tempat dimana aku simpan awalnya, jangan harap ada! KAMFREEET!!!
Hilang lagi sendalku. Apalagi ini sendalku satu-satunya, ya maksudnya satu-satunya yang lumayan layak dibawa jalan. Ada si sendal swallow, tapi kan sendal kaya swallow cocoknya buat di rumah, ya toh dibanding sendal gunungku yang hilang tuh. Aku kira cuman di Ketapang yang banyak pencuri sendal tiap sholat tawareh kaya gini, eh ternyata disini lebih parah, asem! Bukan cuman aku tentunya yang kehilangan sendal waktu itu, banyak aku liat yang keliling-keliling mesjid cari sendalnya, kehilangan, jalan kaki tanpa alas kaki. Aku udah cari sendalku kemana-mana, mungkin ditendang-tendang sama anak kecil yang main di halaman mesjid, ga ada. Aku coba cari bagian jamaan wanita, ga ada juga. Bahkan aku coba keliling ke dekat mereka-mereka yang udah selsai sholat yang lagi ngumpul-ngumpul di dekat mesjid, ya kali ada yang salah pake sendal, malah kepake sendal aku kan? Ya jadi aku ngeliatin kaki orang nunduk kebawah gitu nah keliling mesjid, udah kaya orang apa aja. -_-

Kalian tau apa yang terlintas dipikiran aku saat tau sendalku hilang? Aku langsung berpikir untuk ngambil sendal orang yang tersisa disana. HA-HA-HA-HA. Bodo amat dah! Aku rugi karena sendalku hilang, daripada aku pulang dengan tanpa alas kaki. Ga banyak pilihan sendal yang tersisa disana, aku harus bener-bener pinter milih sendal yang mana yang bakal aku ambil buat gantiin sendal aku yang hilang. Kebanyakan pilihan sendalnya kurang layak dengan sendalku yang hilang, tapi kebetulan ada sendal gunung yang lumayan enak dilihat kalo dipake kayanya, dan sepertinya ga ada yang punya. Dengan tanpa berpikir lama lagi, aku langsung pake itu sendal, ga perduli padahal di depannya ada bapak-bapak yang lagi berdiri disana, ngeliat-ngeliat kebawah juga, ntah mereka sendalnya hilang juga atau cuman lagi ngobrol.


Tapi emang ya, yang namanya rugi mah udah rugi aja, sendal yang aku ambil buat ganti sendalku yang hilang, setelah aku pake, alamak, rasanya ga enak banget. Pertama, kalian tau betapa tipisnya sendal yang aku temuin ni, saking tipisnya, bentuk lekuk bumi pun kerasa kalo nginjek tanah, seolah menyatu dengan bumi, kaya ga make sendal tau ga’, ga kerasa beratnya ni sendal, dibandingan sendalku yang hilang. Awalnya sendal gunung ku yang eiger tuh tebel banget, itu yang asli, beli di eiger. Dulu waktu sholat isya di mesjid kampus, hilang, kejadian sama juga, udah ga ada apa-apa lagi selain yang tersisa sendal gunung ecek-ecek, yang kurang tebel dibanding sendal gunung eigerku itu. Sendal ku tebel coy, enak di pake, pas di kaki ku, eh malah dapet yang ecek-ecek, yang lebih tipis, yang longgar-longgar, kayanya ada yang ketuker sendalnya dengan sendal aku, cuman orangnya ga tau diri, punya sendal jelek kaya gitu tapi ga liat-liat sendal yang dia pake, main comot sendal aja. Aku kira udah parah jelek nya lah ni sendal kan, eh ternyata dengan adanya kejadian tadi, ternyata ada yang lebih jelek lagi sendalnya ketuker dengan punyaku, perasaan dari sendal pertamaku yang eiger sampe sekarang ni prasaan makin tipis aja sendalku. Kamfret emang! Trus yang kedua, udah lah ni sendal kecil, tipis, kotornya pun minta ampun, debunya, uweek, kamfreeet!

Aku agak penasaran sih, gimana sistematika sendal hilang ni. Aku punya beberapa logika sih, apa kaya gini ya, satu orang sendalnya hilang dicuri sama si pencuri sendal, trus karena orang yang kehilangan sendal itu merasa rugi, maka dia juga akhirnya mengambil sendal apa aja yang bisa dia pake buat gantiin sendalnya yang dicuri, walaupun tetap ngerasa gak seneng karna sendalnya yang asli udah dicolong. Trus orang ketiga, yang sendalnya hilang di ambil orang kedua, baru keluar dari mesjid lebih lama dibanding dengan orang kedua, trus mrasa juga sendalnya hilang dan harus ambil sendal orang yang ada disitu yang bisa dipake buat gantiin sendalnya yang hilang, dan begitulah seterusnya. Jadi kemungkinaan aku berada pada posisi orang ketiga, karna aku lumayan agak telat keluarnya, masih baca doa soalnya.

Jadi intinya, harus hati-hati! Dimanapun dan kapanpun! Tips aja ya :
  • Pergi tawareh jangan pake sendal yang mahal atau bagus, pake aja sendal nemu atau gak sendal swallow, yang harganya masih bisa di toleransi dompet kalo hilang.
  • Kalo bisa sebaiknya disimpan di loker sepatu atau sendal, jadi sendal tetap aman. Tapi kalo gak ada loker, temen-temen bisa aja gunain gembok, trus di gembok di pager mesjid atau di simpan di jok motor.
  • Kalo bisa sesegera mungkin keluar dari mesjid, jangan lama-lama, biar ga keduluan sama orang yang sendalnya hilang juga tapi udah keluar mesjid terlebih dahulu.
  • Kalo sendalnya bisa dilipat jadi kecil, bisa juga dimasukin ke saku celana atau baju yang muat.
  • Iket sendal dengan tali, trus bawa talinya ketempat dimana kamu duduk sholat, jadi kalo misal ada yang coba nyolong, bisa ketahuan dengan talinya yang ketarik, trus kita juga bisa lawan dengan tarik talinya.
  • Jalan terakhir, bisa juga ga usah pake sendal, biar aman ga hilang sendalnya. Biasanya sih yang rumahnya di depan mesjid atau di belakang mesjid (gak jauh dari mesjid).

Malam pertama tawareh di mesjid dekat kost ku yang baru nih, sendal hilang, GOOD! Mungkin kebanyakan orang bakal bilang, “yaudah lah Gha, ikhlas in aja, itung-itung sedekah”. Hhhoho asal kalian tau, aku pengen banget ikhlas in itu sendal, tapi PENGEN nya ya. Tapi ya sebenernya mau aku kesel-keselan juga mau gimana lagi, sendalnya udah hilang juga, ujung-ujungnya bakal diikhlasin juga secara gak sadar. Tapi sebelum akhirnya aku mengikhlaskannya, boleh gak aku berkata-kata terlebih dahulu untuk orang yang mencuri sendalku.

ASSH*LE!! S*N OF A B*TCH!! MOTH*R F*CKER!! GO TO HE*L YOU STUPID THIEF!!

(Tarik nafas dalam)


Bulan puasa ya? Yaudah ikhlasin aja hehe J
continue reading Sendal Telapak Bumi

Sunday, 3 May 2015

Cari Dana Ngamen di Alkid Pertama Kali

2 Mei 2015, malam minggu, dana usaha pertama dari panitia Games untuk mengumpulkan dana memeriahkan acara Milad FKM 2015 dimulai. Ngamen dan jualan bunga di alun-alun kidul. Ekspektasi sebelumnya tentang kegiatan dana usaha ini ni mikirnya bakal yang banyak dapet duit dari hasil ngamen, ngamen sini, ngamen sana, trus dapet duit, 100.000~ giliran realita nya, masyaAllah, hahha, ga semudah yang dibayangkan, lebih keras. (Ngamen gak mudah coy!)

Setelah kuliah masing-masing berakhir, udah bagi tugas nih ada yang beli bunga dan ada yang siap-siap di kampus. Yang awalnya janjian sebelum magrib, maghrib an di kampus, eh emang lah, datengnya malah setelah maghrib semua. Hahhaha.

Nah untuk yang beli bunga, kita pake modal dari masing-masing dari kita yang iuran 10.000, jadi bisa jadi modal buat usaha kita, beli bunga salah 1 nya. Kita masih belom berani ambil banyak bunganya, jadi untuk di awal, kita bawa 10 bunga aja dulu untuk dijual, masih malam pertama kok, itung-itung buat survey dulu, hehhee.

Nah buat temen kita si Wilda sama Widya, mereka yang beliin bunga nya, yang awalnya ditanyain harganya 5000/tangkai, di tawar malah jadi 3.500/tangkai.

Wilda Widya : pak, mawarnya berapaan?
Bapak bunga : 5000 mbak.
Double W : nggak lebih murah pak?
BB: Mbak nya mau nawar berapa?
Double W : 3000 aja pak ya?
BB : 4000/tangkai deh mbak
Double W : 3000 lah pak.
BB : yaudah 3500/tangkai mau mbak?
Double W : oke pak, boleh.

Keren kan Double W, beli bunga 10 tangkai jadinya cuman 35000. Mungkin karna cewe yang nawar kali ya, jadi enteng aja gitu bapak bunganya ngasih murah, tapi emang katanya 3000/tangkai kok sebenernya, ah ga tau juga lah, apa mungkin juga karna bapaknya takut sama perawakan Wilda sama Widya yang kaya preman malak, apalagi badan Wilda gede noh kan? At last, keren dah yang beli bunga! :D

Nah bunga beres tuh, kalo masalah ngamen, alat music sih kita cuman bawa gitar. Itu gitarnya Farhan, baru coy, baru beli sabtu sore nya, bau bau barang barunya aja masih ada hahhha. Mau bawa cajon kita ga berani sih, musim hujan kan, takutnya ntar ribet bawanya malah kehujanan basah cajonnya, sayang eh.

Udah kumpul di kampus habis maghrib tuh, yang dating sekitar 11 orang an lah dari 15 orang panitia Games. Aku, Farhan, Beni, Fredy, Wilda, Widya, Inggrid, Dian, Tata, Deby, Rifqo. Si Asri ga bisa ikut, dia ketinggalan info, jadi ga siap, si Ika mendadak ga bisa ikut, karna ada keluarganya yang dateng. Yang lain ga ada kabarnya sih. Tapi gapapa, lumayan rame kok, yang penting yang ada ini semangat aja kan!

Beranjak dari kampus sekitar jam 7 kurang 20 menit, sampe di Alkid jam 7 an lah, trus briefing dulu di depan parkiran bayangkan hahahha. Pembagian kelompok bentar, siapa yang keliling jualan bunga, siapa yang ngamen. Yg ngamen aku, Farhan, Tommy, Dian, Tata, yang laen pada keliling jualan bunga.

Sampailah pada target pertama kami ngamen, seorang mas mas dan mba mba,

“Permisi mas nya, mba nya, kita numpang menghibur sebentar ya, boleh mas mba?”

Tinggal liat mas atau mba nya ngangguk, langsung mainkan musiknyaaaaaa.

Lagu pertama lagu Lapang Dada dari Sheila On 7, ngambil nada awalnya aku agak kemana-mana hehhe soalnya bawaan nervous, soalnya PERTAMA KALI NGAMEN COY SEUMUR HIDUP, walaupun udah punya jam terbang nampil akustik atau band di acara-acara, tapi gugup juga rasanya ngamen nih. Nada udah oke udah nyatu dengan music, eh malah ekspresi lagi yang kurang, cuman muka biasa datar aja, sama gerak-gerak kaki doang, kedua tangan saling genggam, udah gitu aja sambal nyanyi.

Beni : “Gha, nyanyi nya kurang ekspresif tadi aku ngeliatnya, masa cuman nyanyi muka datar biasa gitu aja, ga kaya biasanya kamu nyanyi di acara kaya kemaren opening ceremony yg ekspresif.”

Oke Beni trimakasih masukannya hahha, bener juga sih beni ngomong, ya aku juga ngerasain sih hahha.

Akhirnya dengan eksrpesi yang seadanya itu ya Alhamdulillah kita dapat uang pertama hasil ngamen hehhe. Trus lanjut lagi ke target-target selanjutnya, Alhamdulillah lancer-lancar aja dengan banyaknya ditemui kekurangan kita seiring berjalannya ngamen hehhe. Kaya misalkan, blank ga hapal lirik lagu, padahal lagunya udah biasa kita nyanyiin di kontrakan Farhan. O iya, trus juga, kita tadi ga nyiapin tempat atau wadah buat nyimpen uangnya, ntah itu kantong plastic bekas permen itu kan, di balik biar ga kelihatan merk nya, atau gak toples kek atau apa gitu. Alhasil kita malah dapet KOTAK yang gak gede-gede amat tapi cukup terlalu gede untuk minta uang ngamen hahha tau kan kotak minuman-minuman kaya ale-ale atau okky jelly yang pendek tapi lebar kesamping tu nah, hahhaha. Apa daya lah~

Trus lanjut ke target-target ngamen selanjutnya, dari orang-orang yang duduk-duduk di rumput alkid, sampe ke yang duduk-duduk lagi makan di tempat makan alkid, kita datengin, kita nyanyiin. Lancer-lancar aja awalnya bagi aku, malah aku yang ngerasa, “Weh, seru juga ternyata ya, lancer-lancar aja gitu nah, sesuai dengan apa yang aku bayangkan kok, jadi ga kaget-kaget banget”. Lagu Lapang Dada (SheilaOn7), Menghapus Jejakmu (Peterpan), itu aja yang di ulang karna bingung mau lagu apa yang cocok dan asik gitu.

Nah! Sampe pada akhirnya, terlihatlah gimana kerasnya kehidupan ngamen. Jadi gini, temen-temen yang lain kan jualan bunga, kebetulan kita dateng di deket mereka lagi jualan bunga, ada Widya sama Dian kalau gak salah tuh, bunga mereka dibeli sama mas dan mba lagi makan disitu. Nah trus dengan maksud baik kita ya, kita mau berterimakasih dengan mas dan mba nya karna mau beli bunga dari kami, jadi mau mainin sebuah lagu gitu (niatannya mau bawain lagu Just The Way You Are nya Bruno Mars), ya maksudnya biar lebih romantic gitu kan, BONUS, sebagai rasa terimakasih,

Righa : “Mas mba, terimakasih ya udah beli bunga dari temen kami, sebagai tanda terimakasihnya, kami mau bawain sebuah lagu untuk mas sama mba nya ya.”

Mas nya : “Ga usah mas, ga perlu” *nyodorin tangan agar ga usah di nyanyiin*

Alamak, rasanya langsung yang jleb, MasyaAllah, sakit ya ternyata. Kaya gini banget ngamen. Hahhah. Mulai dari itu tuh rasa percaya diri berkurang rasanya hahaha.

Trus ada juga waktu kita ngamen, nyanyiin lagu Menghapus Jejakmu dari Peterpan, ke mba sama mas lagi ngumpul gitu kan, kayanya sahabat an gitu lah, 1 mas, 2 mba, trus kita nyanyi tuh, disitu kan yang nyanyi aku sendiri kan, jadi pas udah masuk bagian reff kedua, mas sama mba nya ketawa-ketawa, ya aku sih ga mikir apa-apa, yang penting ngibur aja lah, bodo amat gitu kan. Eh ga tau nya mas nya tiba-tiba nyuruh berhenti, nyodorin tangan gitu lah, ya aku berhenti nyanyi lah kan. Bingung juga, emang kenapa gitu kan. Trus mas nya bilang, “udah mas, udah nangis” sambal senyum-senyum trus nunjuk ke mba satunya yang nunduk gitu aja. Aku kaget lah, “Hah, kok nangis?? Sejelek itu kah suara ku sampe mba nya nangis?? *sambil megang dada, kaget)” Ya aku ga mikir mba nya nangis terharu karna denger suara aku, soalnya saat itu aku nyanyinya ga sesuai ekspresi lagu kok, biasa aja pecicilan gitu lah (tapi nadanya tetep pas dong hehhe), makanya aku ngira mba nya nangis gara-gara ga tahan dengan suara aku. DAN TERNYATA~ mas nya bilang, mba nya nangis dengar lagu ini karna teringat akan masa lalunya dengan sang mantan~ ALHAMDULILLAH~ spontan aku nyebut bisik-bisik, berarti bukan karna mba nya ga tahan sama suara aku jelek lah hahahah. Aneh ya bisa nangis gitu, dalem banget berarti luka nya tuh mba-mba, hehe yg tabah ya mba~

Ada juga pas ngamen, ketemu target ngamen anak-anak kuliahan rame gitu lah,

Mba nya : “Dari mana mas?”
Aku : dari FKM mba.
Mba nya : UGM ya?
Aku : bukan mba, UAD.
Mba nya : apaan tuh mas?
Aku : (dalam hati, MasyaAllah tega banget nanya kaya gitu, emang se-enggak terkenal itu kah UAD hahahh) Universitas Ahmad Dahlan mba hehhe.
Mba nya : ooh..iya iya…

Kalau aku liat sih kayanya mereka bukan dari Jogja, kayanya mereka dari luar Jogja, lagi liburan atau semacamnya mungkin. Makanya ga tau UAD, masalah tingga di Jogja ga tau UAD, miris banget dengernya hahha.
Trus kita nyanyiin lagu, ya sampe selesai, di kasih uang, Alhamdulillah, kita bilang makasih ke mba mba mas nya.

Ada juga pas jalan gitu kan nyari target ngamen, eh ketemu temen-temen dari Ketapang (daerah asalku). Ada Anggit, Kak Virda, Kak Putri, Kak Cintya. Begalor lah orang Ketapang ni kalau dah ketemu. Hehehhe
Ya kita nyanyiin sebuah lagu, rame-rame tuh kita semua yang Panitia Games kebetulan ngumpul karna jualan bunga udah laris semua Alhamdulillah. Nyanyi lah bareng di depan mereka-mereka temenku dari Ketapang tuh. Sebenernya agak gimana sih aku waktu itu, soalnya ya aku tau lah Anggit tu jago banget soal-soal nampil music gini, Anggit kan ada Studio Musik di Ketapang, urusan music mah dia udah makanan sehari-hari. Jadi agak minder gimana gitu rasanya. Tapi bodo ah, yang penting bareng-bareng mereka, seneng-seneng, nyanyi, walaupun aku jadi terlihat ga jelas gitu jadinya hahhah.

Keliling lagi liat-liat mana yang mau di jadiin target ngamen, pada bingung juga mau nyanyiin lagu apa bareng-bareng rame-rame gini biar semuanya bisa nyanyi, hafal, dan seru-seruan gitu nah. Jadi kita tuh, bentar nyanyi ke satu target ngamen, trus berhenti, ngumpul dulu, ntah itu ngobrol in apa lah, briefing lah, trus datengin orang lagi, ngamen lagi, trus briefing lagi, gitu trus~ yaelah~ hahhaha ya mungkin karna ga ada pengalaman kali ya, semuanya pada pertama kalinya ini mereka ngamen, aku juga lah. Jadi masih malu-malu, masih takut-takut dicaci orang, takut gangguin orang, ya gitu lah. Tapi kalau ga gitu ga bakal jalan ngamennya hahhaa. Gapapa, baru malam pertama kok ngamen sama jualan bunganya, masih ada malam-malam lain hehhe.

Lalu, target ngamen kami yang terakhir adalah AMIR dan ALAY. 2 orang cewe ini ni temen kost nya Wilda. Nah jadi dari awal emang udah janjian mau ketemuan dengan Wilda di alkid, mau beli bunga, karna tau Wilda mau jualan bunga kan. Tapi bunga nya udah habis semua. Jadi kita nyanyiin lagu aja, request malah mereka, si ALAY tu terutama request lagu SheilaOn7 semua hahhaha ya lagian udah mau pulang juga, jadi kita seneng-seneng an aja nyanyi-nyanyi bareng semuanya, lagu SheilaOn7 di borong dah. Trus setelah itu Amir sama Alay kita palakkin uang. Hehhe.

Setelah itu kita putuskan untuk akhiri acara malam ini hhehhe. Pergi dari alkid, kita ke Cangkir. Nongkrong dulu lah, soalnya ada yang belom makan juga yang cewe, sekalian ngitung hasil ngamen sama jual bunga malam itu, hehehe. Alhamdulillah, jualan bunga dapet 110.000, ngamen dapet 40.500. Lumayan kan? Itu juga padahal ngamen masih yang banyak berhenti ngobrol, dan dilewat-lewatin orang-orangnya, ga semua disisir rapi di jadiin target ngamen, pokonya Alhamdulillah~

Asli, ngamen malam ini bener-bener ngasih banyak pengalaman, dari cara ngamen, gimana ngedepin orang-orang yang dijadiin target ngamen, gimana aksi dari usaha buat ngumpulin dana gitu nah, kekompakan juga, keren pokonya!

Semoga dana buat acara kita cepat terkumpul ya, lancar-lancar aja, ga ada halangan yang sulit untuk dihadapi bersama. Ga tau kenapa asik banget sama tim kepanitiaan yang ini, orang-orangnya jempol, enak diajak kerjasama. Tetap semangat guys! Kita sukseskan acara Milad FKM UAD 2015 ya!

PANITIA GAMES, YAK!
MILAD FKM 2015, SUKSES!
PUBLIC HEALTH SEMANGAT, MASYARAKAT SEHAT!


-R
continue reading Cari Dana Ngamen di Alkid Pertama Kali

Ngamen gak mudah coy!



Pengamen kadang ngeselin gak si? Kita lagi asik ngobrol atau makan sama seseorang atau lagi ngobrol-ngobrol sama temen-temen, tiba-tiba dateng, nyanyi nyaring-nyaring sampe rasanya keganggu kita mau ngomong ke temen bicara kita, belom lagi suara pengamennya yang bikin sakit telinga, trus alat musiknya yang kecek-kecek juga bikin sakit telinga, trus ada juga yang kalau udah di beri uang langsung selesai (kabur), trus ada juga yang ga mau pergi sebelum di beri uang, nah kalau ada yang gini trus banyak jumlahnya, kaya di Alun-alun Kidul Yogyakarta tuh contohnya, lumayan ludes juga uang di dompet men ngasih 500 atau gak 1000 per pengamen yang dateng. Ngeselin ga si?

Nah itu bagian yang ngeselin dari pengamen, tapi ada juga pengamen yang bener-bener professional men. Pengamennya dateng, ramah, sopan, suaranya enak pas nyanyi, alat music pendukungnya pun enak gak nyakitin telinga, trus nyanyiin lagunya sampe bener-bener lagunya habis. Enak kan kalau kaya gitu, orang juga rasanya enteng mau ngasih uang. Terhibur gitu nah!.

Oke, itu dari sudut pandang orang yang di-amenin. Eh gimana sih ngomongnya? Maksudnya dari sudut pandang orang yang di nyanyiin sama si pengamen. Ya masa aku bilang ‘customers’ kan? Masa aku bilang ‘pelanggan’? yaudah sepakat kita sebut ‘target ngamen’ aja ya? Hehhe.
Nah itu tadi di atas dari sudut pandang si ‘target ngamen’ kan? Wajar dong mereka merasa terganggu dengan cara ngamen si pengamen yang kurang oke, si ’target ngamen’ mah taunya mereka disitu terhibur dengan si pengamen, barulah mereka merasa enteng ngeluarin uang. Trus gimana dari sudut pandang si pengamen?

Sekarang dari sudut pandang si pengamen. Gak mudah men, jadi pengamen. Ya tentunya jadi pengamen yang oke dong maksudnya, yang professional, yang berkualitas. Mungkin kita berpikir “Yaelah ngamen doang mah mudah, datengin target ngamen , nyanyiin, trus mintain uangnya, dikasih pasti”. Hahhaha GAK SEMUDAH ITU BRO!

Kenapa aku bilang kaya gitu, karna aku udah ngerasain gimana rasanya jadi seperti kalian yang belom pernah ngamen (yang bilang kalau ngamen itu gampang dan mudah trus berekspektasi bakal dapat duit segini-segini), dan pada akhirnya aku juga ngerasain gimana rasanya jadi yang udah pernah ngamen. Awalnya mungkin bakal sama dengan apa yang kita bayangkan, tapi ga semulus itu bro, sejalan dengan kegiatan ngamen yang kita lakuin, contohnya di Alun-alun kidul Yogyakarta ya, banyak banget berbagai macam manusia dengan masing-masing sifat yang berbeda dalam nanggepin kita sebagai pengamen. Gak bakalan seterusnya mulus bro. Sampai aku selesai ngamen kemarin, aku sadar kalau ngamen tuh gak semudah seperti yang kita bayangkan, banyak yang kita harus pertimbangkan dan persiapkan ternyata :
  • Referensi lagu yang banyak

Belom lagi kalo ada yang mau request lagu, dan kalau referensi lagu kalian ga banyak, yang ada tinggal geleng-geleng kepala sama request mereka. Otomatis si ‘target ngamen’ bakalan kecewa toh, ga ada profesionalnya bro.
  • Alat music

Alat music yang digunakan harusnya lebih enak didengerin dan sesuai dengan lagu. Paling ngga enak di dengerin, sesuai antara chord sama lagunya dan suara vocalistnya.
-          Kesesuain lagu sama keadaan
Ini juga harus di perhitungkan men. Kalau lagu kita cuman dikit, itu-itu  aja kan lagunya, nah ntar bakalan gak bisa sesuain lagu sama keadaan, misal kita cuman tau lagu Menghapus Jejakmu dari Peterpan, ya masa mau di nyanyiin ke pasangan cewe cowo yang lagi berduaan makan romantic? Ya toh?
  • Pinter baca sikon

Gini nih, kita sebagai pengamen dateng mau menghibur, niatnya baik kok. Tapi bagi si ‘target ngamen’ pasti ngerasa “yaelah males lah ada yang ngamen-ngamen gini”, paling ngga deh ngerasa keganggu dengan kehadiran kita. Nah, kita harus pinter baca sikon, kita harus liat si “target ngamen’ ini nih ngasih uang karna pengen kita cepet pergi (merasa terganggu) apa tetep mau dengerin kita mainin lagunya sampe habis. Seandainya kita salah baca sikon, si target ngamen udah ngasi uang, kita malah berhentiin lagunya (karna merasa takut ganggu target ngamen), sedangkan si target ngamen merasa kecewa karna kita udah di kasih uang langsung ngabur. Ya gitu lah!
  • Tempat atau wadah untuk minta uang

Kalo mau sopan ya harusnya tempatnya gak gede-gede bro. Yang kecil aja, ntah itu toples kek atau kotak yang kecil, jangan yang gede yang penting. Ga sopan! Kaya maksa minta banyak gitu uangnya.
  • Jumlah orang

Maksudnya jumlah orang disini, mempermasalahkan tentang jumlah orang yang ikut ngamen. Gini lho, kalo terlalu rame banget yang ngamen yang nyanyi, sedangkan yang di datengin cuman 2 orang target ngamen cewe cowo lagi so sweet an, ya bikin si target ngamen ngerasa terganggu lah, mereka berdua, sedangkan kita keroyokan kaya gitu, mereka butuh privasi.
  • Attitude

Yang satu ini menekankan ke kita sebagai pengamen untuk bersikap dengan baik ke target ngamen. Maksdunya gini, kita dateng dengan pikiran yang tau kalo si target ngamen merasa terganggu dengan kita, nah, gimana caranya agar kita meminimalisir mengganggunya kita pada target ngamen. Bisa dengan cara pembawaan kita yang baik, yang enak di denger lagunya, sesuai dengan keadaan, dan sopan dalam berkata. Nah itu untuk yang berhadapan dengan target ngamen yang diem/anteng/baik/yowes-yowes-an, kalau seandainya ketemu dengan target ngamen yang judes/jutek/males-males-an, otomatis dapat cacian kan yang ada, nah disini attitude kita diperlukan, kita ga seharusnya balik-balik marah dan nunjukkin rasa kesel kita karna kata-kata target ngamen yang ga enak di denger atau menyinggung. Kita cukup menerima omongannya saja dan tetap bersikap professional, jadikan pelajaran untuk tau gimana cara ngadepin orang yang seperti itu di ngamen-ngamen selanjutnya. Jadi lah pengamen yang professional. Hehhe

Ribet kan? Makanya ga mudah bro ngamen tuh. Itu hal-hal yang harus kita pertimbangkan kalo mau ngamen. Itu sih yang aku dapet dari ngamen kemarin pertama kali hehhe. Kita ngelakuin sesuatu gak mungkin dapat dengan mudah tanpa usaha dan cobaan, so jalanin aja dan tetep usaha, jangan mudah mengeluh dan menyerah, hehehe.
Banyak banget dapat pengalaman di ngamen pertama. Ngamen kedua dan seterusnya gimana ya? Hehhe



-R
continue reading Ngamen gak mudah coy!

Wednesday, 22 April 2015

Tompi - Sedari Dulu

Bulan April ni, roman-romannya FKM UAD ulang tahun. Jujur aja aku gak tau (atau lupa mungkin) kapan dan tanggal berapa FKM ulang tahun, ya taunya yg ke 13, itupun karena tahun ini aku jadi panitia lagi, hehe. Kurang nasionalis ya tanggal ulang tahun fakultas sendiri ga tau, serius nanti aku cari tau lah kapan tepatnya, ditunggu~. Nah ntar Opening Ceremony nya rencananya bakal ada penampilan akustik dari aku dan temen-temen. Kali ini aku gak nyanyi, temenku. Nah salah satu lagunya ya ini, Tompi - Sedari Dulu.



[intro] Em Bm C 2x

Em Bm
Hatiku berharap
Am Em
Mungkin engkau kan berubah
Em Bm
Bisa mencintai aku
Am D
Seperti hatiku padamu

Em Bm
Hujan badai kan kutempuh
C Em
Bintang dilangit kan kuraih
Em Bm
Bila harus ku kan merayu
C D
Untuk cintamu bagiku

Am
Cintamu tlah menjadi candu
Em
Cintamu tlah membuatku membisu
Am
Cintamu ohh seindah lagu
F D
Membuatku tak bisa berpaling darimu

[chorus]
G D
Kau adalah belahan jiwa
Em D
Kutahu itu sayang sedari dulu
G D
Kau cinta yang hembuskan aku
Em D
Surga dunia disepanjang nafasku
G D
Kau adalah belahan jiwa
Em D
Aku cinta kamu sedari dulu
C Cm
Dan aku takkan berpaling darimu


Em Bm C
Sayangku hanya kamu

[intro] Em Bm C

Em Bm
Cintaku telah terlabuh
Am Em
Berhenti selamanya dihatimu
Em Bm
Takkan kukayuh menjauh
Am F D
Biar kurapatkan cintaku padamu

Am
Cintamu tlah menjadi candu
Em
Cintamu tlah membuatku membisu
Am
Cintamu ohh seindah lagu
F D
Hanya dirimu satu ohh cintaku

G D
Kau adalah belahan jiwa
Em D
Kau adalah belahan jiwa
G D
Kau adalah belahan jiwa
Em D
Kau adalah belahan jiwa


G D
Kau adalah belahan jiwa
Em D
Aku cinta kamu sedari dulu
C Cm
Dan aku takkan berpaling darimu
G
Hanya kamu


Source : chordfrenzy


-RP
continue reading Tompi - Sedari Dulu

Saturday, 19 April 2014

Warna Perkuliahan

Aku rasa sekarang aku tiba di saat dimana aku merasa lelah dengan semua tugas kampus yang ada saat ini, yang begitu banyak dan gak ada habisnya. Padahal aku udah gunaik istilahnya metode agar bisa me-manage waktu buat nuntasin tugas-tugas yang ada, tapi masih ada aja tugas-tugas yang menuntut untuk di kerjakan, tiap minggu, apalagi kalau ada tugas yang ngerjainnya gak bisa cuman ngadalin internet atau buku, tapi harus ngandalin waktu yang kita luangkan dan tenaga kita juga buat nemuin bahan-bahan tugasnya. Dengan jadwal kuliahku yang padat di selasa, rabu, kamis??

Rasanya pengen aja keluar dari lelah karena tugas-tugas ini. Lalu kemudian aku coba buat keluar dari rasa lelahku itu sejenak, aku dan pikiranku melayang, mengkhayal, dan mungkin ingin mencapai sesuatu yang tak nyata. Jadi aku berpikir, bagaimana kalau aku akhiri? atau mungkin ada cara dengan jalan pintas sehingga gak bakal terlalu berat jalaninnya? satu persatu khayalan muncul. Banyak yang aneh, gak nyata, dan gak mungkin, namanya juga khayalan. sampai pada akhirnya semua immajinasi yang agak gila itu muncul pada aku membayangkan tugas-tugas yang ada dengan rantai makanan. Tau rantai makanan, kan? Rantai makanan kan saling berhubungan, saling membutuhkan, saling mempengaruhi. Nah, apabila kita memutuskan atau mematikan salah satu dari antara komponen rantai makanan tersebut, entah itu produsennya ataupun konsumennya, pasti rantai makanan tersebut bakal rusak. Dalam artian sistemnya terganggu, udah gak seimbang lagi, dan itu bakal berpengaruh ke rantai makanan tersebut serta komponen di dalamnya. Bisa saja terjadi kepunahan pada salah satu komponennya, atau bahkan lingkungan sekitarnya yang bakal gak seimbang. Yang jelas udah gak stabil dan gak sebagai mana mestinya lah.

Kalau masalah keluhanku dengan tugas-tugas ini ibaratkan kasus di rantai makanan tersebut, berarti mungkin yang harus aku lakukan agar tugas-tugas ini berakhir dan gak terus-menerus berlanjut muncul di tiap minggunya adalah dengan dengan memutuskan atau mematikan salah satu dari antara komponen rantai makanan jika itu dalam kasus rantai makanan. Terus kalau masalah tugas ini, 'siapa' dong yang harus aku matiin agar tugas-tugas yang selalu datang tiap minggu ini berakhir?? Kalau emang iya, pasti sistem edukasi dan pendidikan bakal lumpuh, kampus bakal runtuh, dan mahasiswa-mahasiswa malas pun pasti merajalela.

Untungnya itu cuman khayalan yang lewat, yang lewat untuk memberitahuku sesuatu. Aku tau pikiranku ini gak benar. Gak seharusnya keluhanku membuatku menyerah dan berpikir pendek. Buat apa aku memikirkan begitu banyak hal yang tidak nyata dan terlalu rumit untuk dilakukan dengan maksud agak bisa menghindari masalah tersebut sedangkan sebenarnya aku lebih baik dan lebih mudah bila berusaha untuk menghadapinya. Semuanya udah di atur sama Tuhan, udah klop banget, udah sesuai banget di jalannya masing-masing, buat apa kita repot-repot merubahnya yang malah hanya akan membuang lebih banyak waktu kita dan menambah masalah lain dengan lebih membebani pikiran kita. Intinya jalanin apa yang kita hadapin sekarang, karena pada akhirnya kita juga bakal ngerasain hal baik apa yang kita dapetin nanti dari apa yang kita hadapin sekarang ini.

Mari menjadi Mahasiswa yg menjalani masa perkuliahannya dengan macam-macam warna, baik itu warna yang gelap maupun warna yang terang.

#Mhehe
continue reading Warna Perkuliahan

Tuesday, 28 January 2014

28 Januari

Hehhehe

Hhehehhehe

Hhehhehehhehehehhe

Hehhehehehhehehhehehehhehe

Nyengir mulu' ya'? Iya ni. Lagi seneng. Alhamdulillah~
Kemarin 28 Januari ada yang ulang tahun sih.
Siapa? RIGHA PRADANA laah~ Hahhaha

Ah, cukup, gak jelas! -_-

Aku mau ngucapin banyak-banyak terimakasih ke keluarga dan teman-temanku yang udah ngucapin dan ngedoain aku yang baik-baik (tentunya). Buat orang tua ku khususnya yang udah ngucapin, apalagi mama ku yang pertama ngucapin, tengah malem, lewat BBM sih. hehehe. Seneng rasanya, ya seneng-seneng orang yang ulang tahun tau sendiri kan? Nah, senengnya aku ada lebihnya, kalau senengnya aku, karna waktu itu juga aku lumayan ngerasa bikin orang tua bangga lah dengan IP ku yang 3.26 hehhe itu IP pertamaku di kuliah lho. Alhamdulillah banget men! Jadi ya rasanya lagi bagus-bagusnya lah suasana hati waktu itu, itu yang buat aku jadi merasa seneng gak hanya karna hari itu hari ulang tahun aku :3
Itu Mama ku kan, nah kalau Bapakku beda lagi, beliau nelpon, ya nggak tengah malam sih, tapi tengah hari, boleh lah, tengah-tengah juga. :D
Nah kalau masalah apa yang mereka kasih di hari ulang tahunku, tentunya kasih sayang yang tak terhingga dari orang tua ke anak-anaknya, itu gak bakal bisa keganti walau kita kasih isi dunia sekalipun. ya kan ? B-)
Aku sih kalau ulang tahun gak muluk-muluk mintanya ke orang tua, *mercedes *lamborgini *Ferrari *uhuk-uhuk-uhuk* eh terlalu muluk ya? Ya udah, *laptop baru *Handphone baru *Motor Baru hahahaha nggak lah, becanda. Aku gak biasa minta-minta ke orang tua barang-barang kaya gitu, karna :
Pertama, Kami tuh keluarga yang 'terlalu luar biasa' *hug*
Kedua, aku orangnya gak tegaan sama orang tua x_x mikir dua kali mau minta yang muluk-muluk kaya gitu mah hahha
Ketiga, aku bangga dengan diriku dan keluargaku yang sederhana dan 'luar biasa ini'. *hug*
Tapi ya gak menutup kemungkinan, kalau orang tua merasa sanggup dan gak ada masalah, siapa sih yg gak mau dikasih kaya begituan :v hahahha

Nah, ini adik-adik ku nih, yang cewe (Icha), ngucapin tengah malam juga waktu itu, setelah Mama ku, *masih ingat aja?* iya dong ingat! B-) Kalau Tegar, adikku yang cowo, ngucapin di BBM. Rada-rada juga tu anak, abis ngucapin, ngirim-ngirim voice note gak jelas gitu. Antara 2 sih, kalau gak lagi kangen berarti ya lagi mabok. x_x hahahha Tapi Makasi ya de'~ *hug*
Icha juga buatin sebuah video yang 'katanya' sih buat sendiri, pake aplikasi yang didownloadnya di App Store, Klipmix kalau gak salah namanya. Paling ngga dia ada kemajuan lah bisa make-make yang begituan semenjak aku tinggalkan merantau hahhaha. Isi videonya foto-foto aku sih, terus ucapan-ucapan dan doa-doa gitu lah. Makasi banyak Icha~ *hug*

(Ini videonya kalau pada mau liat. Hati-hati ya, gunakan kacamata dan pelindung mata lainnya, karna di dalamnya terdapat beberapa foto yang lumayan alay jaman-jamannya masih labil gitu lah. Jadi kacamata anti-alay di sarankan buat di pake x_x) hahaha.
28 Januari (From My Sweetest Sister)

Buat temen-temen aku yang udah ngucapin dan doain, yang di Twitter, di Facebook, di BBM, di Instagram, di SMS, yang nelpon, di 'Hatimu' (?), dan lain-lain, Makasi banyak udah mau luangin waktunya buat ngetik-ngetik kata-kata untuk orang gak jelas kaya aku (tapi manis) padahal ada yang ngucapin kata-katanya cuman 3 huruf 'HBD' aja x_x hahha.
Makasi yang udah banyak-banyak ngedoain juga, yang ngedoain aku panjang umur, yang ngedoain aku selalu sehat, yang ngedoain aku cepat wisuda, yang ngedoain aku kuliah lancar, dan yang paling populer dari doa-doa yang ada, yaitu ngedoain aku cepat dapat 'someone' atau semacam itu lah -_- hahha Jadi merasa miris banget ni.
Makasi yang udah pada ngucapin dan doain mungkin gak semuanya aku bales....eh tapi nggak deh, semuanya aku bales dan aku baca satu-satu kok, clearly, hahahha. Ya karna aku ngerasa I have so much time, apalagi kuliah baru aja libur, jadi ya kenapa nggak aku balas dan baca semuanya satu persatu aja ya kan? :D Aku juga pengen menghargai siapapun yang udah ngucapin dan doain ke aku, ya siapapun yang ulang tahun aku rasa bakal ngelakuin hal yang sama. :D
Sampe-sampe yang ngatain aku jelek, yang doa-doa nya aneh2, dan bilang sesuatu yang gak sesuai dengan kenyataan juga aku baca dan aku bales. Contohnya kaya ada yang bilang, "Selamat ulang tahun Righa jelek", nah itu gak sesuai kenyataan banget kan? Ada juga doa yang aneh, "Selamat ulang tahun Righa, sukses di kamar mandi dan jalan raya", oke kalau yang sukses di jalan raya mungkin agar aku tetap hati-hati berkendara di jalanan gitu kan, nah yang sukses di kamar mandi ini apa coba'? x_x. Dan doa yang sampe sekarang aku masih gak ngerti maksudnya tuh, "Selamat ulang tahun Righa, semoga bertambahnya umur bikin kamu menjadi manusia normal.", "Selamat ulang tahun Righa, cepat sembuh ya..", dan anehnya lumayan ada beberapa orang lah yang ngucapin kaya gitu ._.
Anyway, aku seneng bisa balas satu persatu ucapan kalian, bukan sok artis ya ._. aku gak merasa gitu kok serius! Selain merasa bisa menghargai kalian, aku juga jadi bisa lebih dekat aja rasanya, yaah gitu lah pokonya, dan sama yang gak terlalu kenal juga jadi bisa di kepo-kepoin dikit profilnya :v *oops

O iya, ini juga ada foto-foto yang di edit temen-temenku, walaupun ada yang aneh, tapi ya..gak apa-apa lah, itung-itung melatih ke-kreatif-an mereka hahha tapi tetep makasi aja akunya~ :3

By Nisa Hideng

By Tari

Makasi buat mimpi aku waktu malam itu, itu mimpi gak tau kenapa kocak banget. Aku aja sampe ngigau-ngigau ketawa gitu kayanya. Tu mimpi kocak, gak terlalu ingat sih, cuman kalau gak salah aku disitu (dalam mimpi) lagi ngetawain temenku berdua, padahal seingatku itu gak lucu-lucu amat lah, tapi gak tau kenapa di mimpi itu aku ngakak banget sama temenku berdua ngetawain temenku yang satunya lagi. Sampe-sampe aku tuh kaya setengah sadar, terus ngerasain kalau aku tuh lagi senyum dan ketawa gak jelas gitu, girang banget. Bangun-bangun aku sadar mungkin aku ngigau ._. Mudah-mudahan gak ada yang denger!
Tapi mood aku pagi itu tinggi banget jadinya, ya mungkin sugesti juga kali ya :3

Makasi juga buat temen-temen aku yang nemenin hari itu. Aku dan sahabat-sahabatku ini ngumpul, karena pada baru pulang dari kampung halaman masing-masing (mudik) dan bawa oleh-oleh. Itu oleh-oleh nya di kumpulin, lumayan banyak bangeet! Hahhaha

(Ledre, Kremes Ubi, Jalakotek, Kerupuk Pasir, Sirup Tjampolay, Pisang Bolen, Sarang Madu) #Nyaaam~

Serius aku makasi banget, banyak-banyak makasih sama kalian semua, keluarga dan temen-temen. Gak masalah dari apa yang kalian kasih ke aku (doa yang banyak, ucapan banyak, waktu ngucapin yang pas tengah malam atau nggak, atau yang lainnya), aku bersyukur banget, tapi yang terpenting tuh maksud dari apa yang kalian pengen sampaikan ke aku, ya niat kalian buat ngucapin selamat ulang tahun itu :D Dan juga apa yang udah aku jalin sama kalian dari aku kecil sampe besar (orang tuaku) dan dari yang awalnya gak kenal sampe kenal dekat banget (teman-temanku). Kalian kan pengisi 'acara'nya. :D
Makasi banyak ucapan dan doa-doanya. :') Sorry doa-doa yang aneh-aneh dan ga sesuai dengan kenyataan tadi gak aku aminin :p hahahha.

O iya, makasi juga udah mau baca 'bacaan gak jelas yang bikin mata sakit' ini ya..tapi ni bacaan punya makna dalem lho. Mungkin terlihat gak ada spesial dan kurang menyenangkan di ultahku, tapi bagiku ini 'cukup' dan luar binasa~. *nyengir*
Jangan lupain tanggal 28 Januari tahun-tahun berikutnya! Hhaha :v

Sekali lagi banyak-banyak makasi~ :3
continue reading 28 Januari

Saturday, 25 January 2014

Jangan ada bencana di antara kita

Udah tau kan, tadi siang sekitar jam 12 siang pada heboh karena ada gempa di daerah Jawa. Gempa yang berkekuatan 6.4 SR itu berpusat di sebelah tenggara daerah cilacap. Banyak banget yang kena getarannya, mulai dari daerah Jogja, Trenggalek, Malang, ini berdasarkan temen-temenku yang aku tanyain, dan mereka bilang di daerah mereka ngerasain, malahan kuat katanya getarannya.

Source : @InfoGempaa

Jujur nih ya, aku gak tau apa-apa, aku gak tau apa-apa tentang heboh-hebohnya gempa yang tadi terjadi. Aku bahkan gak ngerasain getaran dari gempa itu sendiri. Jadi semua yang aku dapat ini infonya karena aku bertanya dan mencari-cari informasi aja, sedangkan aku sendiri gak ngerasain. Aku tinggal di Jogja, iya, sama kaya temenku yang lain yang ngerasain ada gempa yang tinggalnya di daerah Jogja, tapi aku bener-bener gak ngerasain kalau tadi ada gempa.

Aku juga bingung sih, udah hampir 1 tahun aku di Jogja, ada 3 kali kejadian gempa kaya gini yang aku gak tau kalau lagi ada gempa dan lagi pada heboh gempa.

Pertama, waktu itu aku baru menginjakkan kaki ke Jogja, karna aku datang dari Ketapang (Kalimantan Barat) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Jogja. Pertama datang ke Jogja, aku langsung dapat tempat tinggal (kost) yang udah dicariin sama kakaku (sepupu tepatnya) sebelumnya, jadi gak repot lagi bingung harus tinggal dimana saat pertama datang ke Jogja. Nah, beberapa hari setelah kedatanganku itu, mungkin sekitar 4 hari-an, waktu itu malam hari, aku lagi dengerin lagu di laptop dengan headset ku, dengan volume yang gede, sambil tidur-tiduran. Bapakku udah tidur, jam menunjukkan sekitar jam 12 tengah malam. Tentu saja banyak keheningan yang ada malam itu, tapi beda situasinya karna aku lagi dengerin lagu dengan nyaring di telingaku pake headset sambil menikmatinya, jadi keheningan gak ada pada diriku malam itu. Lalu sambil asiknya dengerin lagu, aku scrolling TL Twitter, dan ketemu beberapa tweet yang heboh dengan soal gempa yang ada di Jogja, dan beberapa lama kemudian hal itu makin heboh. Tentu aku terheran-heran, yang bener aja, aku aja gak ngerasain, masa' iya ada gempa di Jogja, aku lagi di Jogja lo padahal. Walau seburuk apapun aku memungkirinya, gempa ini bener-bener terjadi. Bahkan aku liat di BBM juga banyak banget yang bahas gempa di Jogja. Besok paginya juga aku ditanyain sama tetanggaku, ngerasain gempa apa nggak, tentu aku jawab 'nggak', dan tetanggaku terheran-heran sendiri seolah 'gimana bisa ni anak gak ngerasain gempa yang bikin orang-orang lumayan panik dan banyak yang keluar kamar kost'. Mereka bilang getarannya bikin lampu kamarnya goyang lah, gampar di dingding goyang lah, dan mereka bilang getarannya lumayan, tapi tetep aja aku ingat sekeras apapun gak ada ngerasain getaran dari gempanya.

Aku pikir, parah banget aku sampe gak ngerasain? Apa karna aku dengerin musik keras-keras sampe gak berasa gempanya gitu, ngaruh apa? Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, kayanya masalahnya bukan di aku deh, bapakku aja malam itu gak tau juga dan gak ngerasain juga kalau ada gempa, ya mungkin karna dia udah tidur duluan ya? Aah gak tau lah -_- Tapi aku curiga sama ruangannya, ruang kamar kost ku, kayanya emang susah ngerasain getaran gempa mungkin ya? Eh, tapi tetangga sebelahku ruangannya sama kok kayanya, dia aja ngerasain getaran gempanya..Aah gak tau lah x_x

Kedua, aku kurang ingat kejadian yang ini, karna aku merasa udah pernah kejadian 'gak ngerasain gempa dan orang lain ngerasain', jadi aku gak terlalu mengingat bagian yang ini. Yang jelas waktu itu ada gempa di Jogja, itu aku taunya ada gempa dan lagi pada heboh gempa dari BBM. PM mereka yang tentang gempa dan lain-lainnya yang berhubungan dengan gempa dan paniknya. Serius aku gak ngerasain juga gempa kali itu. Aku lagi khayal mantengin layar datarku.

Ketiga, nah ini kejadiannya yang tadi siang, jam 12 siang sekitaran, lumayan kuat 6.5 SR, di daerah tenggara cilacap (pusatnya). Waktu itu aku emang ada janji sama temenku mau pergi, jadi sekitaran jam segitu aku baru mandi, (karena baru bangun tidur juga sih, hehe). Setelah mandi, aku liat lagi handphone, niatnya tuh mau liat ada sms atau BBM dari temenku apa nggak, siapa tau ada perlu atau gimana gitu kan, nah terus liat di RU BBM, ada yang bilang "Gempa di Jogja", "Gempanya kuat banget *crying*", dan lain-lain. Lagi-lagi, aku terheran-heran, gempa lagi? walah, kok aku bisa gak ngerasain dan gak tau tadi ada gempa? x_x

Aku inget-inget lagi, mungkin gempanya waktu aku lagi mandi di kamar mandi, jadi agak gak berasa karena aku khayal mandi dan gak kepikiran sampe kesana kalaupun ada getaran atau apalah. Walaupun waktu mandi aku sempet dengar ada suara berisik gitu. Sempet kaget sih, kirain apaan, mungkin hujan yg deres kali', soalnya waktu itu sering turun hujan. Tp ternyata setelah aku selesai mandi dan keluar dari kamar mandi emang belum ada hujan, cuman mendung doang. Dan aku sadar ada gempa ya karna liat RU di BBM. Terus dengan rasa yang masih kurang percaya, aku tanyain ke tetanggaku di sebelah, ternyata emang iya ada gempa, dia juga ngerasain, katanya cukup kuat. x_x Oke sekarang aku semakin yakin, maksudnya yakin kalau aku aja yang gak ngerasain dan gak tau apa-apa. x_x

Temen-temenku yang lagi pada mudik, yang di luar Jogja, pada nanyain aku, mungkin karna mereka tau aku yang gak pulang (mudik) di antara kami dan tetap stay di Jogja. Pada nanya, "Gempa ya gha di Jogja?" pokonya kaya gitu lah. Dan sedihnya aku harus ngasih tau satu persatu kalau aku gak tau apa-apa tentang adanya gempa. Bahkan keluargaku pun pada nanyain, pada nelpon, ya mungkin karena mereka khawatir dengan anak laki-laki paling ganteng di keluarga mereka ini B-) hehe.

Yang paling bikin aku bingung tuh sama temen aku yg satu ini, si Wilda. BBM aku, nanyain,
Wilda : "Gha, di Jogja gempa ya?"
Aku : "Iya Wil, katanya sih gitu, cuman aku gak ngerasain tadi, aku lagi mandi"
Wilda : "Loh, kok gak ngerasain sih Gha ? Emang air di bak mandi gak goyang-goyang?"
Aku : "Yaelah Wilda, aku kan mandi, iya lah air di bak mandi goyang-goyang, namanya juga mandi -_____-"
Wilda : "Oh iya ya -_-, duh Wilda"

(Gatau tuh sindrom apa kaya gitu, hahhaha)


Waktu itu aku ada janji sama temenku, mau pergi, sebenernya mau hangout sih, liburaaaan~ hahha
Tapi ya cuacanya hujan lah trus juga ada gempa lah, serem jadinya. Ya tapi aku tetep pergi kerumah temenku, jadi niatku gini, oke kalaupun misal hangout nya gak jadi atau dibatalin karna cuaca, paling nggak disaat-saat serem ada gempa kaya gini kita ngumpul lah, rame-rame gitu dirumah temenku, jadi gak se-suram suasana kesendirian di kost dengan cuaca buruk dan gempa ._. jadi kalaupun gempa, kita panik rame-rame dan kalau ketimbun karena gempa pun kita rame-rame x_x *amiit amiiit* hahha.

Temen-temenku waktu ngumpul aku tanyain, ya jawabnya pada ngerasain semua. Ya ada sih yang gak ngerasain juga kaya aku, dia tinggalnya di Kaliurang, di dekat UII, tapi ceritanya ya sama kaya aku, temen-temen kostnya pada ngerasain gempa, dia aja yang nggak -_- ya paling nggak ada temenlah aku nya. hahha
Terus temen-temenku yang lain yang ngerasain, beuuh, respon mereka tu lho, kaya orang ketakutan gitu, panik! Ada yang kaget karena getarannya bikin jendela rumahnya yg gak kekunci jadi getar-getar gitu, ada yang gambar pajangan di dinding kamarnya goyang. Ada yang saking herannya dan bingung getaran itu apa jadi cuman diam kebingungan campur ketakutan = melongo hahahah ada juga yang ikutan panik dan lari keluar rumah bareng tetangganya dengan panik dan teriak-teriak histeris. Dan kebanyakan dari mereka semua adalah yang belum pernah ngerasain yang namanya gempa atau yang baru pertama kali ngerasain yang namanya gempa. Intinya mereka panik! Sangat panik untuk gempa pertama mereka.

Aku hanya bisa nyampein apa yang dirasakan sama temen-temenku lewat ceritanya. Karena mereka yang ngerasain gempanya, sedangkan aku nggak. Kalau ditanya perasaanku kaya gimana, bisa dibilang aku udah masuk di tahan panik tingkat awal. Dengar semua cerita temen-temenku apa yang mereka rasain bikin aku cukup mulai panik dan berpikir, "gimana kalau seandainya waktu itu aku yang ngerasain?", wah pasti kaget-kaget-panik tuh. Apalagi yang waktu lagi mandi, itu kalau aku ngerasain gempanya tuh gimana tuh jadinya, jangan-jangan keluar kamar mandi gak pake handuk lagi saking paniknya x_x *jangan*

Menurut info yang aku cari dan yang aku dapatkan, gempa hari itu.
Pertama,
#Gempa Mag: 6,4 SR Jawa Tengah
80km tenggara Cilacap
kedalaman 63km
25 Jan 2014 Pkl.12.14 WIB

Source : @InfoGempaa

Kemudian dilanjutkan dengan gempa-gempa susulan yang biasanya Magnitude nya menurun (lebih kecil), dan tercatat sebanyak 6 kali gempa susulan pasca gempa di tenggara Cilacap hingga Pukul.13.58 WIB.

Setelah itu malam hari terjadi gempa lagi,
#Gempa Mag: 4,7 SR Jawa Tengah
72km tenggara Cilacap
kedalaman 74km
25 Jan 2014 Pkl.23.58 WIB

Source : @InfoGempaa

Alhamdulillah gempa yang ada tidak berpotensi Tsunami. Gempa dikatakan berpotensi Tsunami biasanya jika magnitude diatas 6.5 dengan kedalaman dibawah 20km.

Kalau dilihat lagi, negeri kita akhir-akhir ini banya banget ngalamin kejadian alam kaya gini, yang sekarang lagi hot-hot nya tuh bencana banjir, banjir dimana-mana. Jakarta tentunya, yang selalu jadi pelanggan sejati. Terus juga kemarin dapat kabar dari temen katanya semarang sama daerah mau ke Jepara tuh banjir juga, sempat sampe seperut orang dewasa loh, parah kan? Gak hanya masyarakat yang susah memiliki tempat tinggal, tapi juga transportasi dan lalu lintas yang terganggu, kesulitan bertransaksi dan menghambat bantuan yang akan diberikan dalam membantu daerah yang terkena banjir, membuat keadaan semakin memburuk.

Kita sebagai umat manusia yang menempati dunia ini, dunia yang diciptakan oleh Tuhan kita Allah SWT, dengan kejadian-kejadian seperti ini, harusnya bisa menjadikan hal-hal tersebut sebagai sesuatu yang membuat kita untuk lebih dekat dan ingat serta takwa kepada Allah SWT yang maha melihat dan mendengar apa yang telah kita perbuat baik sesama manusia dan alam. Anggap lah kejadian ini sebagai bentuk teguran dari Allah SWT kepada kita para manusia. Untuk ingat bahwa dunia tidak selalu diatas, dan pasti akan mendapat cobaan, serta mengajarkan kita bagaimana kita melaluinya dengan sabar dan tawakkal. Bahwa segala kehidupan yang bersumber dari Allah SWT kelak akan kembali lagi pada-Nya.

Dan selain pandangan dari sudut religi, kita juga harus lebih menyadari apa yang ada dan apa yang telah kita perbuat pada alam kita. Sudahkan kita memperlakukan mereka dengan baik setelah melihat adanya bencana seperti banjir ini? Nah beberapa bencana alam seperti ini seharusnya sudah bisa membuat kita untuk sadar untuk merawat lingkungan kita, agar terhindar dari hal-hal yang lebih buruk yang memungkinkan untuk terjadi. Semuanya dimulai dari diri kita sendiri, berbuat lebih baik untuk masa depan yang lebih baik. :D

Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk negeri kita dan kehidupan di dunia, semoga diredakan semua bencana yang ada, banjir, gempa, lumpur, longsor, dan berjuanglah melewati cobaan yang ada dengan sebaik-baiknya. :)

#Indonesia
continue reading Jangan ada bencana di antara kita

Tuesday, 24 December 2013

Kora-kora Sekaten

Jadi ada yang namanya Sekaten di Yogyakarta, dan itu tepatnya di daerah alun-alun utara kota Jogja. Malam itu, kalau gak salah hari sabtu, malam minggu, aku dan teman-temanku pergi ke Sekaten. Bagiku, ini pertama kalinya, karena selama beberapa minggu ini sekaten dibuka, aku belum pernah kesana. Jangan tanya kenapa, mungkin karena aku terlalu cuek atau sebagainya. Entahlaah -_-
Aku, Farhan, Satria, Tommy, Zai, Nisa, Citra, Wilda, Dena, itu dia orang-orangnya yang pergi malam itu. Cuman pengen tau aja kaya gimana tuh di sekaten, sambil mencari sedikit kesenangan dan menghindari kesepian di malam minggi bagi para jomblo. -_-

O iya, bagi yang belum tau sekaten itu apa, sekaten tuh kaya pasar malam ya kalau gak salah. Gimana ya jelasinnya, mungkin kaya taman bermain atau sejenisnya, disana ada bianglala, kora-kora, bom-bom car, tong-edan, rumah hantu, dan macam-macam permainan. Bisa dibayangkan, kan? Karena aku gak tau lagi jelasinnya kaya gimana, aku juga kurang tau gimana cara jelasinnya.

Di sekaten, dengan segala keramaiannya, di pandu sama si Zai. Karena dia udah pernah ke sekaten, mungkin beberapa kali, jadi dia udah kaya Tour Guide disitu. hahha. Sambil jalan, Zai jelasin tempat-tempat yang ada di sana, nunjukkin tempat-tempat, ya bener-bener udah kaya Tour Guide lah hahha.

Nah, lalu, disana, kami memutuskan untuk coba bermain kora-kora. Dan dengan sombongnya, kami memilih kora-kora yang ayunannya lebih tinggi dan lebih extreme. Lalu dengan hujan yang gerimis Tommy keliling cari kora-kora yang ayunannya paling tinggi di sana, dan ketemu, salah satu kora-kora yang ayunannya extreme. Pas ditanyain pada mau naik semua gak, karena mau dibeliin tiket, eh si Zai gak mau, takut katanya hahha. Pantes sebelum-sebelumnya dia ngajakin kita-kita main bom-bom car mulu', cuman pada gak mau, ujung-ujungnya ke kora-kora juga.

Lalu tiket udah dibeli, semuanya naik. Saat itu cuman kami bersembilan yang naik. Sombongnya, saat itu, kami pada milih tempat duduk di ujung kapalnya, jadi yang cewe di ujung satunya, dan yang cowo juga duduk di ujung tapi dibagian satunya. Ka kora-kora wahananya kaya kapal tuh bentuknya, nah kan ada bagian ujung dengan ujungnya kan, gak tau mana yang depan dan yang belakang, yang jelas kita duduk di ujung-ujungnya, maksudnya sih biar lebih berasa tegangnya. *Songong* hahha.

Mulai dah tu ya wahananya jalan setelah kami duduk. Gile, gak ada pengamannya! Mana kayanya wahananya udah usang (walaupun gak usang-usang amat sih), trus ada yang gak ada besi pegangannya di bagian yang cewe-cewe duduk. Awalnya sih aku gak terlalu takut, mikirnya biasa aja, paling kaya kora-kora yang biasa kita naikin, hal buruk apa sih yang bakal terjadi? Bakalan kaya di Final Destination?? 'not a big deal~'. Tapi si Zai tuh, dari mulai kora-koranya baru di ayunin aja udah teriak-teriak gemeteran. Mana yang duduk di sampingnya aku lagi, habis tu dipeluk-peluk. -_____- *&%#$*(**()^$#@

Aku sempat mikir, ini Zai baru gini aja takut banget sih Zai, nyantai aja. Nikmatin aja..
Bener-bener yang cuman ngerasa, "oh ya, ini kora-kora yang kaya biasanya ko", seru-seru aja sih. Teriak wajar, kora-koranya kaya yang biasanya kok.
Eeh, di pertengahan, aku mulai ngerasa apa yang dirasain si Zai. Gile! Kali ini kora-koranya bener-bener bikin ngeri, gak kaya biasanya. Kali ini kora-koranya tinggi banget ngayunnya, mana gak ada pengamannya lagi, itu bener-bener, kalau kejungkal gimana tuh? Aku yang awalnya teriak seneng-seneng, teriak-teriak kaya yang ngejek-ngejek, langsung terdiam gara-gara ayunan kora-koranya yang extreme. Dan si Zai, di sampingku udah teriak-teriak minta berhentiin wahananya, udah gak sanggup katanya, sampe lambai-lambai tangan ke kamera (?) hahaha. Dan gak hanya sampe disitu rupanya ayunan kora-koranya tuh, aku kira yang extreme itu udah yang extreme, eh malah ditambah lagi ayunannya, gile aja lu ndro! Itu aku yang terdiam karena kaget langsung ngeluarin teriakan yang bisa dibilang sedikit memalukan kalau sampe ada yang denger. Ya sebenernya bukan sedikit memalukan sih, tapi bener-bener memalukan. x_x Gile! Jujur udah ga ketahan lagi tu teriak, dari yang awalnya teriak seneng-seneng, teriak ngejek-ngejek, eh kaget langsung teriak yang bener-bener ketakutan. x_x hahahha

Si Zai, yang awalnya gak berani jadi bener-bener histeris pas di atas hahhha. Gak enaknya nih aku, takut sama 2 hal, pertama karena kora-koranya bertambah kuat ayunannya (takutnya malah kejungkal), ditambah takut dengan si Zai, meluk-meluk karena ketakutan tuh, kalau dia jatoh, aku ikutan jatoh dong, mana tu orang gak pegangan, cuman meluk-meluk aku ketakutan doang, risih juga aku jadinya. O iya di tambah, tu orang meluk gak sembarang meluk, dadaku sebelah kanan di remas aja tuh gak sadar. -_______- ^&@%$*@#)&$%

Turun dari kora-kora, dengan tidak bangganya aku beritahukan kalau tanganku pegal, karena nahan badan, pegangan, takut kejungkal, jadi akhirnya pegal sendiri nih tangan, plus ditambah dada ku sakit di remas sama si Zai dan suara habis karena teriak-teriak gak jelas. -_____- $%^%*&^(*&)(%$
Si Zai langsung mabok, mual, gemeteran, dan sebagainya lah, malah kayanya trauma tu anak. hahahha. Kalau si Satria sama Tommy sih aku gak tau banyak, mereka di belakang ku, kalau setau aku liat di video sih si Satria teriak-teriak kegirangan. -_- haaah. Kalau si Dena, Nisa, Citra, Wilda, mereka yang cewe-cewe, ngeluhnya cuman ya takut-takutan gitu lah, kaya biasa, you must know the girls. Aku juga gak terlalu ngeliat mereka sih, aku udah khayal dengan diriku sendiri yang takut kejungkal x_x. Lalu setelah itu, pada gak mood di ajak wahana-an lagi, pada yang gak nafsu makan lah di ajak makan, katanya sih karena wahananya. Tapi aku rasa cuman alasan mereka aja. Mungkin karena nyawa mereka udah melayang sebagian kali'. hahha :D
Tapi bener-bener nih, naik kora-kora kali ini bener-bener extream~ :v (&&^@@^&%*(^

Satu hal yang aku pelajari malam itu.....Ternyata mukaku jelek banget teriak-teriak ketakutan gitu. x_x

O iya, ni video yang sempat aku rekam pas di atas kora-kora, jangan tanya gimana cara aku ngambil videonya :D hahhaha

Extreme Sekaten Kora-kora
continue reading Kora-kora Sekaten

Sunday, 22 December 2013

Selamat Hari Ibu~ Mama Rina

Malaikat yang tampak di mata manusia itu ya sosok seorang Ibu. Sosok yang selalu ada di saat kita sakit, sedih, senang, bahagia, yang telah merawat kita dari kecil hingga sekarang dengan penuh kasih sayangnya. Kasih sayang seorang ibu tuh gak pernah padam, selalu menggebu-gebu. Banyak banget pengorbanan seorang ibu untuk kita, anaknya.

Wanita yang mengandung kita selama 9 bulan lamanya.

Bisakah kalian bayangkan selama 9 bulan sosok seorang wanita memiliki janin di dalam tubuhnya, dibawa kemana-mana. Mual-mual, terkadang gak enak makan, gak enak tidur, dan lain-lain. Di dalam pikiran kita itu pasti sakit, pasti membuat repot aktifitas kita, membuat kita merasa tidak nyaman. Tapi semua itu sudah dilalui sosok seorang wanita yang telah menjadi ibu, hanya agar kita bisa dilahirkan dan berada di dunia ini. Agar dia bisa bertemu dengan kita yang menjadi kesayangan dan buah hatinya. Perlu kalian ketahui, dalam hal seperti ini, kekuatan seorang laki-laki bukanlah apa-apa dibanding dengan apa yang telah dilakukan seorang ibu saat mengandung hingga merawat anak-anaknya.

Wanita yang menjadi perantara antara kita dan dunia.

Lahirnya kita di bumi ini tidak lain dan tidak bukan karena peran seorang ibu yang telah mengandung kita dan menjaga kita selama di kandungan, hingga akhirnya kita bisa melihat dunia. Tidak perlu ditanya lagi, melahirkan itu udah pasti sakit, dan sosok seorang ibu sudah melaluinya hanya untuk kita, hanya untuk kita, anaknya.

Wanita yang menyerupai malaikat.

Seorang ibulah yang telah merawat kita dengan hidup dan matinya. Menyusui kita dengan air susunya. Merawat kita dengan kasih sayangnya. Menjaga kita dengan jiwa dan raganya. Mendengar tangisan dan tawa kita dengan sabar. dan mencintai kita dengan sepenuh hatinya.

Wanita yang mengajari kita arti sebuah kesabaran.

Kita belajar arti kesabaran dan pantang menyerah dari sosok seorang ibu. Mendukung kita mencapai cita-cita dan apa yang kita inginkan, membantu kita meraihnya, dan senantiasa memberikan doanya disetiap langkah-langkah kita dalam mencapai tujuan kita tersebut. Dan sosok seorang ibu juga lah yang menjadi alasan kita untuk bangkit dari kegagalan kita menuju pencapaian kita, yaitu dengan berusaha dan berdoa.


Gak ada masalah dengan tujuan apa yang akan kita capai nantinya, sosok seorang ibu tetap mendukung anaknya untuk terus berusaha mencapai tujuannya. Tapi bukankah gak ada salah dan gak ada ruginya kita sebagai anaknya, sebagai seorang yang telah dibesarkan olehnya, yang telah dia kandung selama 9 bulan dengan mempertaruhkan nyawanya, untuk menjadikannya sebagai tujuan kita dalam mencapai kesuksesan hidup. Menjadikannya sebagai alasan utama ita berada di dunia dan mencapai suksesnya. Menjadikannya nyawa di kehidupan kita.
Jadikanlah orang tuamu, terutama ibumu, sebagai alasan pokok (utama) untuk kalian mencapai kesuksesan kalian di dunia dan akhirat. Membanggakan dan membahagiakan ibumu. Karena bahkan dengan semua harta dan kemegahan duniapun, tak sanggup menandingi apa yang telah dikorbankan ibumu dengan ikhlas selama ini.

Berikut ini Hadits yang dapat menjelaskan seberapa harus kita berbakti kepada seorang ibu.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’”
(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Itu hanyalah salah satu hadits, masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang menjelaskan tentang mulianya seorang ibu dimata Allah SWT.

Kalian harus tau, yang terpenting yang menjadikan sosok seorang ibu sangat mulia karena telah mengandung, merawat dan menyusui kita selama ini adalah karena dia ikhlas melakukan semuanya demi buah hatinya. :)

Sudahkah kalian menelfon dan mengungkapkan betapa kalian menyayangi orang tua kalian?
Walaupun hari ini adalah hari ibu, gak harus hari ini kalian mengucapkannya, gak harus kemarin juga kalian mengucapkannya, dan gak harus besok juga kalian mengucapkannya, tapi ucapkan dan expresikanlah kecintaan kalian terhadap orang tua kalian saat ini juga! Karena tidak ada kata terlambat untuk itu! :)

Semoga bermanfaat :)

Kamu tak bisa mengubah siapa orang tuamu. Yang bisa kamu ubah hanyalah bagaimana kamu menghadapinya.
-Katherine (Anna Kendrick), 50/50-


Selamat Hari Ibu~ :3
With My Mother <3


Our little family <3

Mama & Tegar

Mama & Icha

Mama Rina Kusdianti, My Lovely Mother <3


22 December, 2013
continue reading Selamat Hari Ibu~ Mama Rina

Tuesday, 17 December 2013

Buang sampah sembarangan = sampah

Di kampus barusan aku belajar tentang kesehatan lingkungan kita. Setelah menyimak pelajaran ini, aku merasa kita perlu melakukan perubahan pada diri kita masing-masing sob. Hukum-hukum termodinamika yang ada juga udah lumayan menjelaskan kalau sampah itu ibaratkan energi, dan energi itu bisa kita manfaatin. Tergantung dari cara kita sendiri memandang sampah itu seperti apa.

Kaya anak-anak muda jaman sekarang ni ya, udah bagus-bagus tuh pemerintah bahkan pembuat syair-syair dan kata-kata mutiara agar kita gak buang sampah sembarangan.
contohnya yang ini :
"Buanglah sampah pada tempatnya!"
Terus nanti ada tuh yang nanggepin kata-kata ini dengan menunjuk temannya sebagai tempat sampah, jadi dia ngebuang sampah ke kocek baju temennya atau ke tas temennya atau apalah -_-.

Contoh yang lain :
"Janganlah menjadi orang pertama yang membuang sampah sembarangan!"
Kalau yang ini tuh cara mereka plesetinnya, mereka nunggu temen mereka atau orang lain untuk ngebuang sampah sembarangan duluan, kalau udah ada yang buang sampah pertama, nah dia jadi orang yang kedua yag ngebuang sampah. terus dengan bangganya dia ngejawab, "yg gak di bolehin kan orang pertama yang ngebuang sampah sembarangan, bukan orang kedua". x_x Dasar konyol!

Kita tahu sampah itu barang yang udah gak di pake, tapi gak seharusnya kita membuang sampah disembarang tempat. Dengan kita membuang sampah di sembarang tempat, kita udah mulai masuk ke tahah merusak lingkungan kita sendiri. Bisa kita lihat, ini nih yang bikin keadaan maupun lingkungan disekitar kita rusak. Dan kalau udah lingkungan kita udah rusak, kita sebagai manusia yang udah membuang sampah sembarangan juga pasti bakal kerepotan sendiri.

Contohnya, banjir, air yang kotor, polusi udara, banyak sumber-sumber makanan yang mati dan gak bertahan. Coba kita pikir sama-sama, kalau banjir, itu karena sampah yang membuat saluran air tersumbat ya kan? Hujan deras seharian, udah bikin suatu lingkungan banjir karena saluran airnya tertutup dengan timbuann sampah.

Air yang kotor. ini disebabkan karena lingkungan yang tidak bersih dan terlalu banyak sampah sehingga mencemari sumber air yang ada di lingkungan tersebut. Air yang tidak bersih ada akhirnya akan berujung menjadi awal dari sumber penyakit.

Polusi udara. Nah ini disebabkan karena lingkungan kotor dari sampah yang mengeluarkan gas-gas beracun. Membuat pencemaran di udara sekitar lingkungan. Menjadi susah mendapatkan udara yang segar. Ujung-ujungnya penyakit lagi.

Sumber-sumber makanan seperti hewan dan tumbuhan lainnya yang menempati suatu ekosistem akan mati bila pada lingkungan tersebut terlalu banyak sampah yang mencemari. Kita tahu sendiri bahwa sumber makanan manusia adalah hewan dan tumbuhan. Manusia hidup berdampingan dengan hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya agar manusia dapat bertahan hidup. Bagaimana jika satu persatu hewan dan tumbuhan ini mulai musnah? Tentunya akan berdampak sangat buruk bagi kelangsungan hidup manusia.

Mungkin hal mengenai pencemaran lingkungan karena sampah ini terdengar sangat enteng dan remeh di telingan sebagian orang. Tapi coba kita amati baik-baik, bayangkan bagaimana jika hal itu terjadi di lingkungan kita? Bagaimana jika hal buruk itu semua terjadi pada diri kita sendiri?

Mulai lah dengan diri sendiri. Mulai lah dengan menggerakkan diri kita sendiri untuk mulai menyanyangi lingkungan sekitar. Mulai lah berpikir untuk menyanyangi diri kita sendiri paling tidak. Dengan begitu kita dapat termotivasi untuk memperoleh lingkungan yang baik bagi kelangsungan hidup kita sendiri, dan ini sudah merupakan awal dari menyanyangi lingkungan. Hingga nanti kebiasaan ini akan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat disekitar kita.

Seperti yang kita ketahui, dengan banyaknya sampah yang sudah tercemar saat ini, kita tidak bisa membuat semua sampah yang ada tersebut untuk hilang selama-lamanya, karena kita tahu sampah (barang yang tak terpakai) akan selalu ada secara terus menerus. Semua hal yang kita pakai pasti mempunyai hal yang tidak terpakai pada akhirnya. Contoh, saat membeli minuman dengan botol. Air dalam minuman itu yang kita pakai, sedangkan botolnya merupakan sisa dari apa yang kita pakai, sehingga botol tersebut akhirnya berujung menjadi sampah (barang sisa). Dan kejadian adanya barang sisa (sampah) dari apa yang telah kita pakai ini terus-menerus muncul dan tidak dapat dihindari.

Solusinya adalah bukan dengan memusnahkan sampah atau barang sisa tersebut. Melainkan bagaimana caranya kita mengurangi produksi sampah yang ada dari diri kita masing-masing, lalu memanfaatkan barang-barang sisa tersebut agar tidak menjadi sampah (barang sisa yang tak berguna) tetapi menjadikannya barang yang bisa bermanfaat.

Banyak kebiasaan kecil yang bisa kita lakukan dan budayakan untuk mengurangi banyaknya pencemaran sampah. Mulailah untuk membiasakan diri agar tidak membuang sampah sembarangan apapun alasannya. Apapun alasannya!. Dengan bergitu kita dapat membudayakan diri kita sendiri untuk menyayangi lingkungan kita, kemudian kebiasaan ini akan dilihat orang lain yang juga tidak akan mau membuang sampah sembarangan. Mungkin terlihat aneh, tapi ini adalah kenyataannya. Manusia dengan bermacam-macam sifatnya, memiliki sebuah prasaan dimana dia akan merasa malu apabila melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan orang lain. Contohnya seperti membuang sampah sembarangan, apabila orang-orang disekitarnya bukanlah orang yang suka membuang sampah sembarangan (peduli dengan lingkungan) maka dia juga akan merasa malu jika dia membuang sampah sembarangan. Perasaan ini memang sudah ada pada setiap perasaan manusia. Maka dari itu, kuncinya adalah dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

Secara tidak langsung, alam juga telah membantu kita dalam mengurangi pencemaran lingkungan, namun hanya beberapa bagian dari banyaknya sampah yang kita produksi tiap harinya. Jadi pencemaran lingkungan tidak akan berkurang jika kita hanya mengharapkan bantuan dari alam saja, melainkan kita harus ikut serta merawat lingkungan yang juga kita tinggali ini sendiri.

Hasil yang kita dapat pada akhirnya jika kita sadar untuk merawat lingkungan :

- Kita sudah menyadari akan kesehatan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan lagi maka produksi sampah-sampah akan berkurang.

- Kita membantu mengurangi produksi sampah dengan mengolah atau memanfaatkan sampah (barang sisa dari yang sudah kita pakai) untuk dimanfaatkan menjadi hal-hal yang lebih berguna dibanging di buang dan mencemari lingkungan.

- Mengolah limbah yang sudah tak terpakai menjadi barang-barang yang berguna melatih kreatifitas kita sebagai manusia yang dianggap cerdas dibandingkan makkhluk hidup lainnnya.

- Upaya manusia untuk membersihkan lingkungan seperti membersihkan saluran air dan sebagainya menjadi tidak sia-sia karena jumlah produksi sampah berkurang. Karena biasanya yang membuat manusia malas untuk membersihkan lingkungannya karena mereka merasa percuma jika harus membersihkan lingkungan  (membersihkan saluran air yang tersumbat sampah) kalau produksi sampah yang datang terus menerus tidak ada habisnya malah lebih banyak dari pada besarnya usaha masyarakat untuk membersihkan.

- Dengan berkurangnya pencemaran lingkungan, lingkungan menjadi lebih bersih dan enak di tinggali. Udara yang segar, saluran air yang tidak lagi tersumbat dan sumber air bersih yang menghindari manusia dari segala sumber penyakit, dan menjadi lebih sehat, tidak hanya sehat pada lingkungan dan jasmani, tetapi juga rohani.

- Populasi hewan dan tumbuhan yang menjadi sumber makanan manusia tidak musnah, sehingga manusia tidak mengalami krisis makanan, dan memiliki sumber makanan yang tidak tercemar.

- Dan masih banyak lagi keuntungan dari menjaga kesehatan lingkungan dengan hanya mengurangi produksi sampah.


"Budayakan membuang sampah pada tempat sampah". Jangan terapkan membuang sampah pada tempatnya, kemudian kalian menunjuk teman kalian sebagai tempat sampahnya. Heeeh -_____-

Semoga bermanfaat. :)
continue reading Buang sampah sembarangan = sampah

Wednesday, 4 December 2013

PESAN UNTUK SWALLOW HIJAUKU



Bapakku datang ke jogja. Awalnya bapakku dari Ketapang pergi ke Bogor untuk menghadiri diklat kantornya. Trus saat acara kantornya selesai, beliau langsung berangkat ke jogja untuk menemuiku. Maklum, udah lama gak ketemu semenjak aku kuliah di Jogja. Saat Bapakku di jogja, aku, Bapakku, dan kakakku, kami bertiga pergi ke Ambarukmo Plaza untuk nonton film. Saat itu, di kost ku hanya ada sendal Eiger yang biasa aku pakai dan sendal Swallow hijau yang masih baru dan jarang dipakai. Bapakku gak bawa sendal saat itu. Jadi aku pinjemin sendal Eiger ku yang ukurannya gak beda dari ukuran kaki bapakku. Trus aku rencananya mau pakai sepatu aja. Tapi, setelah dipikir-pikir aku malas juga mau pakai sepatu, hehhe, maklum, biasanya pakai sendal, dan kalau pakai sendal rasanya lebih enteng dan simple aja. Jadi aku gak pakai sepatu, aku lebih memilih sendal Swallow yang berwarna hijau tersebut untuk aku pakai pergi nonton.

Dan di Ambarrukmo Plaza, aku dengan sombongnya berjalan dari lantai 1 menuju lantai 3 dengan Swallow Hijau ku itu. Aku sih oke oke aja, tapi kakakku dan Bapakku jalannya agak berjarak dari aku. Apalagi kakakku, katanya "malu ah jalan-jalan dekat kamu, jalannya jauh-jauh dikit ya, hahahha" sambil ketawa-ketiwi ngejek -_-. Dan saat masuk ke cinemaXXI, satpam bioskop ngeliatin terus ke arah sendalku. Begitu juga dengan orang-orang disekitar. Awalnya aku sempat berpikir, apa yang sebenarnya mereka lihat? Mereka gak pernah liat sebuah Swallow masuk Mall apa? Apa sendalnya yang masih terlalu bagus karena jarang di pakai? Apa karena sendalnya yang sebenarnya terlihat gak muat dengan ukuran kakiku yang besar?Atau karena orang yang pakai sendalnya ganteng? *EH?* hahha :D Tapi yang paling aku curigai adalah mungkin mereka pengen sendal Swallow Hijau ku ini. :/ ah, ntah lah.. :D
Sampe nonton selesai, kami turun ke lantai 1 untuk pulang, juga masih aja orang-orang ngeliatin ke arah sendalku. Mungkin karena gak biasa, tapi woles aja sih. :D



Dan kemudian, beberapa hari semenjak aku bawa sendal Swallow Hijau ku itu nonton di Ambarrukmo Plaza, apa yang selama ini sempat aku curigai benar-benar terjadi, sendal Swallow Hijau ku yang udah pernah nonton Hunger Games : Catching Fire di CinemaXXI Ambarrukmo Plaza telah hilang dari kost ku. Mungkin dirampok fans nya..atau mungkin di dunia Swallow kalau udah pernah ke Mall itu udah sangat terkenal dan berpikir untuk lebih terkenal lagi hingga Go International.
Ntah apa yang kau lakukan disana Swallow Hijauku, tapi berprestasi lah untuk mencapai cita-citamu yang Go International, bukan dengan cara mencari-cari sensasi untuk terkenal layaknya artis Indonesia. \^o^/


Oh iya, kalau dapat 'Award', mungkin kategori Swallow paling fenomenal, jangan lupa sebutkan namaku yang telah menunjukkanmu ke blantika dunia entertain. :3
continue reading PESAN UNTUK SWALLOW HIJAUKU